Showing posts with label Friendship. Show all posts
Showing posts with label Friendship. Show all posts

Wednesday, November 5, 2014

Sister's Keeper

Kartika yang berbaju putih
"Hai Kartika....dulu  kayak gini (sambil kasih liat jari kelingking) sekarang udah kayak gini ya (sekarang kasi  liat jempol jari)" Kata sambutan Debora ketika akhirnya  Kartika dan Ervin nyampe di restoran 'YURAKU'. 
Dan dibalas dengan senyum malu Kartika  yang memang waktu jaman smea kurus banget , sekarang ciiieee...uda makin berisi ajah...mantap deh...



Gak nyangka sudah 18 tahun berlalu sejak pertama kita bertemu di SMK St. John ya? Reunian ini sengaja dibuat untuk para single ladies saja ( maaf ya teman-teman yang udah  jadi ibu-ibu duluan,  bukannya ga mau undang loch). Alasannya simple : karena kita single, jadi bakal lebih mudah  buat atur waktu ketemuannya. Ternyata salah besar, lumayan susah juga cocokin waktu ketemuannya soalnya masing-masing sudah  punya kesibukan dan agenda masing-masing.

Eniwei akhirnya kita  berhasil kumpul, ada Debora (sang Sekretaris), Sylvi (tangan kanan bos..cie..ciee), Kartika (tinggal diangkat anak aja nih ama bos..hihihi), Ervin , Christiani (Finance merangkap make up artist, yang mau dibikin cantik ..hayoo dibooking...hehehe), dan gue Hiu. 
Sylvi (baju merah), Debora, Christiani, Hiu, Kartika, Ervin ( Kiri ke Kanan)
Percakapan awal kita buka dengan pertanyaan umum sedunia, " Gimana kerjaan?", " Masih kerja di tempat yang lama?"
Dan karena Kartika, yang baru-baru ini ... ehem..." In a relationship" ( siapa suruh update di facebook? kita kan pada kepo semua, pengen tau ceritanya dan rahasia jitu mendapatkan pasangan...hahaha), maka akhirnya Kartika jadi sasaran empuk kita buat ditanya-tanya dan dibercandain.. haha...sampai akhirnya Sylvi nyeletuk, " Kita kayak berasa balik jadi anak Smea lagi ya? "

Masih inget ga rasanya  jadi anak sma?  
( coba diinget-inget soalnya udah 18 tahun yang lalu nich ..hehehe) 
Rasanya free banget, yang dipusingin cuma soal ulangan dapet nilai berapa ya? sisanya......? Cuma tau ketawa-ketawa, bercandain orang, cerita-cerita ama temen sebangku...kalau sekarang, ketika usia dan tanggung jawab bertambah? Pusing kerjaan, pusing tagihan kartu kredit, pusing ditanya kapan kawin ( ooopsss.. yang terakhir gue banget...curhat colongan :P )


Hari itu, gue ngerasa bersyukur banget karena bisa ketemuan...bersyukur  karena punya yang namanya temen.. i always say " Friendship is a GIFT from above" 
Dan kita semua pasti setuju,  bahwa yang namanya memiliki teman adalah hadiah terbaik dalam perjalanan hidup kita, karena kita diciptakan tidak untuk sendirian. 
Dan teman juga ada macam-macamnya toh : ada yang karena lingkungan ( teman sekolah, teman gereja, teman kerja) ; ada yang karena satu hobi  ( teman olahraga,teman travelling, teman nonton (teater), teman makan, bahkan  teman ke pasar :P).

Sore itu ,  ( dengan jatah waktu 2 jam yang dikasi sama restorannya...fiiuuuhh ) kita bukan sekadar makan enak, dan bercandain Kartika (again? hahahaha) dan ketawa-ketawa tapi kita bisa benar-benar memenuhi 3 kriteria sederhana menjadi seorang teman :

1. A friend is someone you feel comfortable with and be vulnerable.
Yup, teman itu adalah seseorang yang mampu bikin kita nyaman dan mampu membuat kita jadi "jujur" tentang keadaan kita...tentang masalah yang kita hadapi..tentang kelemahan kita tanpa ada rasa takut akan dinilai / di judge.  Kenapa kita harus bisa nyaman dan jujur ? Supaya point kedua bisa dipenuhi

2. A friend always help each others.
Sudah seharusnya seorang teman itu saling membantu. It should be comes out naturally... cuma masalahnya kadang bukan teman ga mau bantu, kadang kita yang ga mau "jujur" kalau lagi butuh bantuan. Pernah ngalamin situasi seperti itu? ( remember point number 1 : Be comfortable and be vulnerable)
You will know who your truly friend, when your lowest point comes... Susah senang selalu bersama....

This photo makes us laugh out loud. Find out why???
3. Share a good LAUGH (out loud)
Coba bayangkan punya temen yang ga bisa diajak ketawa bareng, aduh stress yaaa bo? 
Kemarin Kartika ( kamu lagi disebut-sebut???) bikin kita ketawa ngakak, saat Sylvi lagi serius kasi sepenggal cerita pengalaman hidupnya mengenai pasangan hidup.
 "Tuh Vin, musti doanya ' Perasaannya cabut sampe ke akar-akarnya'...kemarin doanya belum lengkap kayak gitu sih..." ( ketawa ngakak rame-rame abis itu berasa pengen tepok jidat denger komentar si princess Tika ini .... hadeeeh ) But that's friendship , right? filled with tons of laugh....

Hari itu, kita bukan sekadar reunian , tuker cerita, makan enak , tapi kita saling terbuka, saling bantu dengan memberikan nasihat dan saling mengingatkan. Hari itu kita menjadi a sister's keeper and i'm so blessed.

Jadi siapa yang tiba-tiba  kepikiran pengen reunian? :)


 P.S : Beberapa foto dibawah ini akan menunjukkan bahwa sebenernya kita ini masih berjiwa sma...asli pada kocak dan iseng ye dan bagussss banget pas candidnya kebanyakan muka gue ( salah apa coba diriku?? hiksss....)


 
Liat tangan iseng siapa yang moto kita?










Friday, September 30, 2011

BALI ( The trip maybe over but the memories last ) 2011


Ada banyak cerita dalam liburan ke Bali tahun ini. Dari awal sudah membayangkan hal yang seru di Bali karena saya akan pergi dengan kedua teman saya, Ci Martha  dan Lisa. Liburan dengan sahabat sudah pasti akan kesan yang beda dibanding jika kita pergi dengan keluarga ( betul kan?).

Berangkat dengan pesawat Lion pada tanggal 21 September 2011 jam 9.30, dan dijadwalkan akan tiba di Denpasar pada pukul 12.25. Puji Tuhan, pesawatnya ga delay bahkan kita tiba 10 menit lebih awal dari yang dijadwalkan. Baliiiiiiii..... Here we comeeeee !!!!!

Day 1 ( Ubud - Bebek Tepi Sawah, Monkey Forest )

Ci Martha yang sudah 2 minggu di Bali yang menjemput kita di bandara, jadi ceritanya ini liburannya nyusul dia kesana. Hari pertama schedule nya adalah pergi ke Ubud. Setelah nonton film Eat, Pray, Love yang katanya lokasi shootingnya di Ubud, saya jadi penasaran.
Perjalanan dari Denpasar ke Ubud kira-kira 1-1,5 jam. Karena kita tiba sudah siang di Denpasar, maka tujuan pertama kita adalah makan siang di Ubud....Sebenernya yang terkenal adalah Bebek Bengil tapi oleh supirnya , dia membawa ke restoran Bebek Tepi Sawah.
Karena perjalanan cukup jauh, pak Made banyak bercerita jadi daerah Ubud tuh daerah seni gitu. Disana nanti kita akan melewati banyak toko pengrajin perak, trus ada juga museum Blanco ( seorang pelukis dari Spanyol ), ada juga yang pengrajin batik. Namanya uda kelaperan yah, jadinya kita ga nafsu juga liat-liat ke tempat yang dia sebutkan.

Trus Pak Made meneruskan ceritanya tentang nama-nama panggilan seperti Wayan, Made, Nyoman dan Ketut itu menunjukkan dia anak ke-berapa? Jadi kalau anak pertama, namanya pasti ada Wayan ( Untuk Laki-laki) dan Putu ( untuk Perempuan). Made itu anak kedua, Nyoman adalah anak Ketiga dan Ketut adalah anak keempat. Kalau anak kelima? Balik lagi ke Wayan.
Ahh saya jadi tahu berarti dosen saya adalah anak ketiga karena namanya Pak Nyoman :)

Bebek Tepi Sawah, nama restoran yang cukup unik jadi ceritanya makanan andalannya memang bebek crispy banget. Jujur saya bukan pecinta bebek, terakhir makan bebek selalu berasa ada 'bau diri' si bebek jadi ga nafsu deh makannya. Tapi selagi di Bali, saya pengen nyobain semua hal baru. Ternyata bebeknya yang digoreng crispy ini bisa menghilangkan bau dirinya. Makan di restoran ini bukan hanya lidah kita dimanjakan tapi juga mata kita, karena disini kita dikasi view sawah...beneran sawah. Duhh satu hal yang belum saya temui di Jakarta, rasanya peaceful banget deh. I like it, this place is recommended.

Monkey Forest, kalau sudah di Ubud ya wisata andelannya adalah ini. Sebenernya kita beneran kayak masuk hutan dan di dalem cuma ada monyet dan monyet dan monyet lagi. Tiket masuknya Rp. 20.000,- dan di pintu masuk biasanya ada mbok yang jualan pisang, kalau kita mau ikutan kasi makan si monyet. Tapi saya takut sama monyet, ntar kalau dikasi makan terus monyetnya malah ngikutin saya kan berabe  ( parno berlebihan... hehehe).
Disini saya lumayan tegang secara saya ini emang parno ama monyet, takut ketemu monyet yang bandel. Alhasil sepanjang masuk ke hutan, saya harus megangin tangan temen saya. Pokoknya don't leave me alone!!
Oya disini ada pelajaran penting, jangan membawa tas yang tidak ada zippernya. Salah satu monyet berhasil mengambil tisu dari tas ci Martha . Untung cuma tisu, coba kalau dia berhasil ambil dompet atau hp atau benda yang lain. Bisa nangis deh!

Cafe Wayan.
Nah sebenernya di Ubud itu banyaknya ya model cafe gitu, jadi cafe-cafe diselingin dengan toko baju atau souvenir. Cafe wayan ini lumayan cozy buat santai-santai baca buku atau ngobrol2. Tempatnya lumayan gede, kita bisa milih mau yang lesehan atau yang duduk di kursi. Karena masih kenyang makan bebek, jadi kita cuma mau nyantai sebentar dan nikmatin suasana jadi saya cuma pesan pancake banana dan teh red berries. Pancake nya enak juga, soalnya tipis jadi ga bikin kenyang dan rasanya ada madu, kayu manis dan parutan kelapa.

Fun Fact : kalau mau mencari diskotik di Ubud kaga bakal ketemu ya, soalnya dari cerita pegawai di cafe Wayan, pemerintah daerah Ubud memang tidak kasi ijin buat diskotik dan sejenisnya. Kalau mau mencari tempat yang tenang, Ubud tempat yang tepat.


Day 2 ( Bounty Cruise - Nusa Lembongan )
Awalnya kita ambil cruise ini adalah tertarik dengan cerita teman Lisa yang katanya kalau mau liburan berkesan di Bali ya musti ikutan cruise.
Jadi ada 3 pilihan cruise yang jadi pilihan : Bounty Cruise, Quicksilver dan Bali Hai.
Apa aja sih yang ditawarkan? Dengan membayar Rp. 575.000 ( kita harus booking di internet dulu soalnya kalau langsung ke sana bisa kena 700ribu lebih), kita dapat fasilitas antar jemput dari Hotel ke dermaga. Perjalanan di cruise memakan waktu kira-kira 45 menit sampai 1 jam, lalu kita akan sampai di Nusa Lembongan. Nah disini kita bisa maen Banana Boat, Canoeing, Snorkeling, Glass Bottom, sama maen Sliding yang kayak di waterpark gitu. Mustinya sih kita bisa dapet tur ke desa tapi karena ada upacara Ngaben jadi hari itu kita tidak bisa ke desa deh. Makan pagi dan makan siang juga disediakan.
Jadi untuk aktivitas ini dimulai dari jam 9.00 - 16.00.

Tips untuk cruise trip ini :
1. Kalau kamu gampang mabok laut, mendingan tidak ikutan trip ini deh. Soalnya ombaknya bisa parah, walaupun udah minum antimo tapi tetep ga mempan. Bayangkan rasanya seperti maen kora-kora tapi diayun ke kiri dan ke kanan.
2. Kalau tetap penasaran, jangan lupa minum antimo setengah jam sebelum perjalanan di mulai.
3. Pelajaran penting tentang anter jemput dari Hotel ke dermaga adalah harus on time! Soalnya yang dianter jemput kan bukan cuma kita aja.
Saya malu banget, karena kita memang udah janjian jam 8.30 akan dijemput di hotel. Pas supirnya telp, kita sedang breakfast dan dengan santainya ci Martha suruh supirnya tunggu sebentar karena kita msh sarapan. Akhirnya setelah 15 menit, kita baru ke lobby dan ketemu sopirnya. Tau ga? pas msk mobil, ternyata uda ada 3 bule. Ooopsss....my bad!

Day 3 ( Flying Fish, Oleh-oleh, Sunset dan Jimbaran)
Schedule pertama adalah Flying Fish di Tanjung Benoa,Nusa dua ( sekali lagi, kalau mau maen watersport harga booking di internet lebih murah daripada langsung ke sana nya kecuali sudah ada kenalan orang sana ya.)
Dari Hotel (daerah kuta) ke Nusa dua ternyata cukup jauh loh. Awalnya kita rencana mau naik taxi blue bird (yang di bali namanya jadi Bali taxi) tapi dari pihak hotel nawarin juga taxi hotel yang bentuknya mobil kijang dan kita musti nego-nego dulu. Awalnya dia buka harga 120rb loh buat ke tanjung benoa itu, tapi kita tawar 50rb aja. Soalnya menurut info sih, kalau naik taxi paling kena 50 rb juga. Tapi karena perjalanan cukup jauh, saya ga tega. Akhirnya kasi 60rb aja deh.

Flying fish seru juga tapi sayang durasinya pendek cuma 15 menit. Pilihan permainan disini adalah Parasailing, Donut, Flying Fish, Banana Boat, Scuba Diving, Sea Walker, trip ke penangkaran penyu ( untuk trip ini hitungnya harga sewa per perahu = Rp. 300.000,- kapasitas 10 org. Jadi kalau cuma pergi berdua ya kemahalan, lebih baik pergi rame-rame).

Oleh-oleh
Sebenernya pusat oleh-oleh yang sering direkomendasikan adalah Krisna ( dia buka 24 jam dan lokasi deket dengan bandara) tapi sama pak Made, kita dibawa ke Kampung Nusantara. Oya, di Bali terkenal sama Pia Susu nya tapi katanya musti pesen seminggu sebelumnya soalnya banyak yang pesen.

Yang suka Kaos Joger ada di daerah Kuta.

Sunset di Ayana ( Rock Bar)
Jujur ya ga bisa lupa sama suasana di Ayana Resort. Di sini terkenal sama Rock Bar, dari Resortnya kita harus pake kereta khusus buat ke Rock Bar yang ada di atas laut gitu deh. Tapi sayang antrinya lama banget, karena 1 kereta cuma bisa bawa 5 penumpang. Akhirnya daripada cape-cape antri dan moment liat sunsetnya ga dapet, akhirnya kita mutusin buat nikmati sunset diatas saja deh. Dan memang indah banget pemandangan disini. Pengen inep sini ah kalau ke Bali lagi..:))
 Jimbaran
Sebenernya suasana dinner di Jimbaran cukup oke, denger deburan ombak, liat bukit yang  cuma terang dengan lampu-lampu kecilnya trus ada juga penyanyi dan grupnya yang mendatangi tamu (biasanya sih meja dengan grup besar yang dia datengin). Disana yang terkenal kan Menega Cafe tapi ya ampun rame banget, akhirnya kita makan di sebelahnya resto Teba tapi sayang banget pelayanannya lama.

Kuliner :
Kalau ke Bali , cobain yang namanya Nasi Jinggo. Ini sih sebenernya mirip ama nasi kucing, kemarin kita beli satunya Rp. 3.000,- tapi sambelnya makyus..( Jualnya pinggir jalan gitu, cuma pake meja dan lampu kecil)
Yang suka sambel juga, cobain deh Nasi Tempongan Indra , ada di Jalan Imam Bonjol. Ini bukan masakan khas bali tapi sambelnya manteppp banget. Dijamin Huu Haa Huu Haa sambil lap keringet disini.Berani coba?
Sate Plecing kata Ci Martha enak, tapi kita ga sempet nyobain sih.
Trus ada Warung Made di seminyak.

Liburan berakhir tapi kenangan selalu di hati.
Cieee... agak puitis kan? tapi jujur setelah Balik ke Jakarta, yang saya pikirin adalah kenangan-kenangan selama di Bali. Buat saya yang penting bukan hanya pengalaman baru ke tempat baru tapi soal ketemu hal-hal baru soal teman saya.
Saya jadi tahu kan kalau Lisa adalah penggemar Bolu, soalnya dia baru ngaku pas breakfast yang dia ga tahan adalah bolu nya.. Hahaha...
Satu kenangan yang lucu adalah lagu Indonesia Raya. Saya inget bener pagi pertama saya bangun, saya kaget ada lagu Indonesia Raya pake speaker lagi. Saya jadi berasa suasana 17 belasan, saya pikir mungkin hari ini ada acara khusus kali ya? Jadi saya ga ambil pusing. Pagi kedua saya bangun ternyata juga diputerin lagu itu. Dan pagi ketiga baru saya sadar ada sekolah di depan hotel kita, makanya tiap pagi akan selalu ada lagu Indonesia Raya.

Pengalaman lucu lagi adalah ketika berbelanja dan harus menawar. Saya bukan orang yang pinter nawar, jadi buat saya belanja di tempat yang harus nawar itu susah. Nah pas lagi suka sama 1 baju, biasa kan kita saling minta pendapat ya.."mau nawar berapa nih?", cuma kalau ngomong pake bahasa Inggris kan pasti penjual ngerti, trus saya mau ngomong mandarin juga kaga bisa. Untung Lisa dan saya bisa bahasa Khek, jadi dengan bahasa Khek sekadarnya, kita berkomunikasi soal harga baju yang mau kita tawar. Hahahaha....
Lain waktu kita 1 mobil ber-BBM ria karena mau komentari gaya nyupir pak Made yang nekad nae trotoar!

Malam terakhir juga pengalaman yang tak terlupakan, soalnya saking isengnya ci Martha yang suka ledekin saya, akhirnya kita maen kelitikan sampe gigit2an. Itu malem kita ketawa kenceng banget, makin malem makin kenceng kali sampe takut bakal diprotes sama tamu di kamar sebelah. Hahahaha....

Ga sabar pengen trip bareng lagi, katanya sih mau ke Macau. Jadi ga ya? Jadi ga jadi, yang pasti budget jalan-jalan harus ada, soalnya kita bukan robot loh . Hidup musti balance, work hard play hard holiday hard!!!! Setujuuuuu??????

Thursday, July 7, 2011

Musikal Laskar Pelangi





Dengan para Jenius MLP : Riri Riza (Director); Mira Lesmana (Producer); Erwin Gutawa   ( Music Composer)



Jam menunjukkan pukul 11.00 dan kami sibuk memilah milih  makanan apa yang akan kami order di daftar menu. Oke, (pengakuan ) bukan jam 11 siang maksudnya jam 11 malam dan kami semua sudah tidak peduli lagi dengan niat diet dan aturan "jam makan malam terakhir."
"Hati senang...Perut senang..ayo makan aja" ajak Ci Martha yang sudah beberapa minggu ini sedang giat-giatnya diet tanpa makan malam, ternyata malam itu dia dan Ko Tonny yang paling kalap ( hadeehhh).
" ... dan tidur senang " sambung Ko Tonny, dilanjutkan dengan tawa kami berlima.

Yaa..malam itu, tanggal 3 Juli 2011. Kami berlima : Ci Martha, Ko Tonny, Lisa, Dede, dan saya baru saja selesai menyaksikan pertunjukan drama musikal Laskar Pelangi, drama yang sudah saya tunggu-tunggu dari bulan Januari sejak pertama kali saya menontonnya. Laskar Pelangi merupakan drama musikal pertama yang saya tonton dan ternyata sanggup membuat saya terpukau sehingga saya ingin menontonnya lagi dan kali ini saya pergi dengan teman-teman yang penasaran juga dengan "kehebatan" drama musikal ini yang konon di  pertunjukkan pertamanya 17 Desember 2010 -9  Januari 2011 telah menyedot perhatian 25.000 penonoton !!! ( Angkat topi, tepuk tangan, acungin jempols )

Pengalaman pertama menonton drama musikal ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan, secara saya belum pernah sama sekali menonton teater. Masih terpatri jelas dalam benak saya, tanggal 5 Januari 2011 hari rabu, saya harus meminta ijin kantor untuk mengantri tiket di TIM. Bela-belain naik ojek,malah becek ( buat yang mengenal baik saya, mereka pasti tahu kalau saya tidak mau keluar rumah kalau diluar itu becek), ngantri 1,5 jam tanpa kepastian tiket yang masih tersisa ( sebelum tiket box di buka, sudah ada desas desus bahwa tiket yang tersisa cuma sekitar 20-30 saja, padahal yang antri sudah puluhan orang panjangnya), dan akhirnya saya termasuk beruntung karena masih bisa mendapatkan 2 tiket kelas 2. :)

Saya pun memasuki teater di lantai 2. Saya benar-benar tidak punya bayangan sama sekali mengenai apa yang akan saya tonton. Bakalan bagus ga ya? Lumayan kan tiketnya Rp. 250.000,- Pikiran itu yang muncul sebelum pertunjukkan dimulai. Jujur saja, teater merupakan tontonan mahal. Bayangkan range harganya antara Rp. 100.000 - Rp. 750.000 ... ah maklum, saya cuma penonton bioskop yang range harga cuma di kisaran Rp. 20.000 - Rp. 50.000 ( itu pun masih bisa diskon karena pakai kartu kredit B*A, buy 1 get 1 cuyyy!), tapi pertunjukkan malam itu full house, artinya biarpun tiketnya mahal tapi ludesss....

Show time! Saya kaget ada minibus di panggung. What?? ternyata panggung teater besar juga ya? Dan saya terus terpukau dengan pergantian adegan demi adegan. Saya pernah ke Belitung dan saya tahu pantai disana indah dengan batu-batu besarnya dan itu saya lihat di panggung itu, batu besar, hujan , bahkan pelangi dalam ruangan. Jenius! Nyanyiannya indah sekali, tanpa cacat! ( hebat kan? mereka bisa hafal sebegitu banyak nyanyian tanpa salah ). Dan wow..musiknya luar biasa, bagus sekali. Wah kalau bisa dibandingkan, mungkin musikalitasnya seperti dalam film ' Sounds of Music'. Keren banget deh Mas Erwin ( makin nge-fans).
Emosi penonton pun dibawa naik turun , dari tertawa geli melihat kelakuan Kucai yang protes ketika menjadi ketua kelas, atau adegan jatuh cinta antara Ikal dan Aling, serta gerakan tari Mahar yang jenaka waktu ikut karnaval hingga ke peristiwa klimaks mengenai kematian Pak Harfan, kematian ayah Lintang dan perpisahan Lintang dengan kawan-kawan sekelasnya ( dua kali menetaskan air mata di adegan ini :( )

Tentu saja ini cerita dengan happy ending. 10 murid itu ternyata sudah berhasil, ada yang menjadi pedagang, seniman, guru, pemilik kebun, bahkan Ikal tokoh sentral cerita ini telah menjadi penulis best seller dan akhirnya cerita ini bisa diangkat ke film bahkan ke teater. Keyakinan yang dimiliki sang guru tidak sia-sia, walaupun pada awalnya semua mencemooh, banyak halangan dan rintangan ( kematian Pak Harfan jelas yang paling membawa dampak), sempat berhenti mengajar tapi akhirnya dia melanjutkan perjuangannya untuk terus mengajar.

Selesai menonton, saya tersenyum  (selalu merasa ada yang terpuaskan dalam batin ketika habis menonton karya yang bagus), nulis status di bb "MLP Kereennn", nge-tweet ke accountnya Mira Lesmana sang produser ( dan senangnya lagi, dia me-retweet). Dan tiba-tiba saya terpikirkan beberapa film hollywood dengan genre yang sama, seorang guru yang percaya kepada murid-muridnya. Biasanya murid-muridnya adalah yang paling bandel, ga bisa diatur, ga punya harapan lah kalau mereka bisa berhasil. Tapi nyatanya berhasil ( Nonton deh film freedom writter). Saya suka film seperti itu, karena sayapun merasa seperti murid-murid itu. Dulu saya pernah merasa hidup saya tidak ada harapan lagi untuk memiliki masa depan yang baik, tapi ada orang yang memiliki keyakinan dalam diri saya dan mereka tidak menyerah kepada kenakalan, pemberontakan, keras kepala saya. I think the world would be a better place, when we have faith and hope to others, that they can be a better person if we don't give up to them.

Malam itu, saya senang sekali ketika melihat senyum-senyum yang menghiasi wajah teman-teman saya. Mereka bilang dramanya bagusssss bangetttttt........apalagi hari itu, kita sempat berfoto-foto dengan Mira Lesmana, Riri Riza, Erwin Gutawa, Jay subyakto, Lisa Depe, Dira Sugandi. Hunting foto kayak anak abege..hahaha...
Hmm....saya masih kepengen nonton untuk ke-3 kalinya, kali ini siapa yang mau beliin saya tiketnya ya? :D

Bersama Mira Lesmana dan Jay Subyakto

Bu Guru Muslimah dunk...
Sasaknya ga nahan .. ( Lisa Depe)

Friday, June 17, 2011

Miss Universe VS Pemberi Kado



Topik ini muncul ketika saya sedang menonton acara di tv untuk program bulan Juni ini dan salah satu yang akan di tayangkan adalah ajang Miss USA. Ketika melihat itu, saya tiba-tiba teringat dengan teman saya yang menceritakan mengenai topik ini. Saya harap dengan menuliskannya, cerita ini akan tersebar lebih jauh lagi.

Namanya Joko, teman saya itu. Kita sudah bertahun-tahun tidak ketemu. Ketika itu, saya mencoba menelponnya dan minta ketemuan dan akhirnya kita pun ketemuan di McDonnals Lokasari. Kami memulai percakapan mengenai kabar masing-masing. Dan akhirnya sampailah percakapan mengenai komunitas yang disebut CARECELL. Komunitas di gerejanya, yang mengajarkan menjadi orang yang peduli dengan sesama.

“ Sekarang gue tanya ya, siapa Miss Universe tahun 2006?” Joko mengakhiri pertanyaannya dengan sedikit tersenyum. Ah ini pertanyaan macam apa pula?  Susah sekali buat tipe orang kayak saya yang (hampir) selalu mengalami kesukaran mengingat nama orang. :D Akhirnya dengan senyum kikuk, saya pun menjawab tidak tahu. ( Ya iyalah, sekarang kalau saya tanya balik ke orang-orang, pasti juga pada ga tahu jawabannya. kan?)

Setelah itu Joko bukannya memberitahu jawabannya, dia malah bertanya mengenai hal lain. Seperti siapa pemenang nobel? Pemenang ini itu? Dikasi pertanyaan seperti itu, saya cuma bisa tersenyum saja dan bilang 
“ wah mana ingat ya?” belaga lupa padahal sih kaga tau juga jawabannya. Lalu dia menanyakan lagi, “ Tapi kamu ingat kan siapa yang baru-baru ini memberi kamu hadiah?”. 
Hmm.. sepertinya saya menangkap arah pembicaraan ini, dia sedang mencoba membagikan nilai penting dalam hidup ini. Joko bilang menjadi terkenal, kaya, menjadi orang paling cantik sedunia tidak menjamin bahwa kita diingat oleh orang-orang, tapi ketika kita bisa peduli dengan orang terdekat kita dan walaupun kita bukan orang terkaya, terkenal, tercantik. Percaya deh, nama kita pasti diingat.

Pemikiran yang cukup simple, karena ada benarnya juga. Siapa juga yang bakal inget siapa pemenang Miss Universe, Miss USA, Nobel, Pulitzer, Oscar? ( Hayoo jawab dengan jujur). Tapi saya ingat nama orang-orang yang peduli dengan saya.

Popon, nama aslinya sih  Vony Iriani. Tapi sudah terbiasa dipanggil Popon, dia sahabat terbaik saya di masa kuliah.  Ada banyak hal yang Popon pernah lakukan dan saya ga akan pernah lupakan. Tapi, ada satu kejadian yang sangat berarti buat saya. Jadi hari itu, adalah dateline saya untuk memasukkan proposal skripsi. Popon menayakan, saya sudah buat sampai mana? Soalnya kalau saya tidak memasukan hari ini, maka saya harus menunggu 1 semester lagi untuk mengajukan proposal baru. Jujur saja, saat itu saya sudah males banget ngerjain skripsi, soalnya uda tegang duluan membayangkan suasana sidang skripsi. Saya takut juga ga lulus, apalagi mencari topik skripsi bisa dibilang gampang-gampang susah atau susah susah gampang ya?
Ketika saya bilang kayaknya ga keburu buat masukin proposal hari ini (karena saya sebenarnya belum bikin.) Popon memaksa saya agar membuat proposal itu, dia suruh saya datang ke rumahnya pagi itu juga , dan dia bantu ngetik  di komputernya (soalnya warnet belom buka jam segitu, jadi saya harus ke rumahnya buat ngetak ngetik supaya proposal skripsi itu kelar hari itu juga. ) Saya bersyukur untuk ‘ pemaksaan ‘ itu. Singkat cerita, kita berdua bisa menyelesaikan kuliah di tahun yang sama dan wisudaan bareng. Ada segudang lagi mengenai kebaikan popon yang bisa saya ceritakan, mungkin dia lupa tapi yang jelas saya sebagai orang yang menerima kebaikannya tidak pernah lupa.

Mengenai pemberi kado terakhir, hmm… ada satu kado yang membuat saya cukup berkesan sih tahun ini, sebuah dompet biru muda. Pemberian dari Melisa. Sebenarnya yang membuat hadiah itu berkesan bukan karena dompetnya, tapi lebih kepada pemilihan warnanya. Lisa bilang dia memilih warna itu, karena dia tahu bahwa warna biru merupakan warna kesukaan saya. Ahh saya jadi terharu, bahwa ada orang yang cukup mengenal saya dan cukup peduli dengan apa yang menjadi warna kesukaan saya. How thoughtful she is, right?


Jadi pilihan ada di tangan kita masing-masing, bukan? Apakah kita mau hanya menjadi orang terkenal, terpandai, terkaya, tercantik tapi nama kita bisa dengan lebih mudah dilupakan karena akan selalu ada orang yang lebih terkenal, lebih pandai, lebih kaya , lebih cantik setiap tahunnya. Atau kita mau menjadi orang yang diingat oleh sahabat kita, rekan kerja kita, tetangga kita, keluarga kita karena kita menjadi orang yang peduli, berbuat baik, dan menyentuh kehidupan mereka? Hey, ingatan mengenai perbuatan baik itu bertahan bertahun-tahun loh. 

Masih ingat kan dengan orang  terakhir yang memberi kado kepada kamu?