Friday, June 17, 2011

Miss Universe VS Pemberi Kado



Topik ini muncul ketika saya sedang menonton acara di tv untuk program bulan Juni ini dan salah satu yang akan di tayangkan adalah ajang Miss USA. Ketika melihat itu, saya tiba-tiba teringat dengan teman saya yang menceritakan mengenai topik ini. Saya harap dengan menuliskannya, cerita ini akan tersebar lebih jauh lagi.

Namanya Joko, teman saya itu. Kita sudah bertahun-tahun tidak ketemu. Ketika itu, saya mencoba menelponnya dan minta ketemuan dan akhirnya kita pun ketemuan di McDonnals Lokasari. Kami memulai percakapan mengenai kabar masing-masing. Dan akhirnya sampailah percakapan mengenai komunitas yang disebut CARECELL. Komunitas di gerejanya, yang mengajarkan menjadi orang yang peduli dengan sesama.

“ Sekarang gue tanya ya, siapa Miss Universe tahun 2006?” Joko mengakhiri pertanyaannya dengan sedikit tersenyum. Ah ini pertanyaan macam apa pula?  Susah sekali buat tipe orang kayak saya yang (hampir) selalu mengalami kesukaran mengingat nama orang. :D Akhirnya dengan senyum kikuk, saya pun menjawab tidak tahu. ( Ya iyalah, sekarang kalau saya tanya balik ke orang-orang, pasti juga pada ga tahu jawabannya. kan?)

Setelah itu Joko bukannya memberitahu jawabannya, dia malah bertanya mengenai hal lain. Seperti siapa pemenang nobel? Pemenang ini itu? Dikasi pertanyaan seperti itu, saya cuma bisa tersenyum saja dan bilang 
“ wah mana ingat ya?” belaga lupa padahal sih kaga tau juga jawabannya. Lalu dia menanyakan lagi, “ Tapi kamu ingat kan siapa yang baru-baru ini memberi kamu hadiah?”. 
Hmm.. sepertinya saya menangkap arah pembicaraan ini, dia sedang mencoba membagikan nilai penting dalam hidup ini. Joko bilang menjadi terkenal, kaya, menjadi orang paling cantik sedunia tidak menjamin bahwa kita diingat oleh orang-orang, tapi ketika kita bisa peduli dengan orang terdekat kita dan walaupun kita bukan orang terkaya, terkenal, tercantik. Percaya deh, nama kita pasti diingat.

Pemikiran yang cukup simple, karena ada benarnya juga. Siapa juga yang bakal inget siapa pemenang Miss Universe, Miss USA, Nobel, Pulitzer, Oscar? ( Hayoo jawab dengan jujur). Tapi saya ingat nama orang-orang yang peduli dengan saya.

Popon, nama aslinya sih  Vony Iriani. Tapi sudah terbiasa dipanggil Popon, dia sahabat terbaik saya di masa kuliah.  Ada banyak hal yang Popon pernah lakukan dan saya ga akan pernah lupakan. Tapi, ada satu kejadian yang sangat berarti buat saya. Jadi hari itu, adalah dateline saya untuk memasukkan proposal skripsi. Popon menayakan, saya sudah buat sampai mana? Soalnya kalau saya tidak memasukan hari ini, maka saya harus menunggu 1 semester lagi untuk mengajukan proposal baru. Jujur saja, saat itu saya sudah males banget ngerjain skripsi, soalnya uda tegang duluan membayangkan suasana sidang skripsi. Saya takut juga ga lulus, apalagi mencari topik skripsi bisa dibilang gampang-gampang susah atau susah susah gampang ya?
Ketika saya bilang kayaknya ga keburu buat masukin proposal hari ini (karena saya sebenarnya belum bikin.) Popon memaksa saya agar membuat proposal itu, dia suruh saya datang ke rumahnya pagi itu juga , dan dia bantu ngetik  di komputernya (soalnya warnet belom buka jam segitu, jadi saya harus ke rumahnya buat ngetak ngetik supaya proposal skripsi itu kelar hari itu juga. ) Saya bersyukur untuk ‘ pemaksaan ‘ itu. Singkat cerita, kita berdua bisa menyelesaikan kuliah di tahun yang sama dan wisudaan bareng. Ada segudang lagi mengenai kebaikan popon yang bisa saya ceritakan, mungkin dia lupa tapi yang jelas saya sebagai orang yang menerima kebaikannya tidak pernah lupa.

Mengenai pemberi kado terakhir, hmm… ada satu kado yang membuat saya cukup berkesan sih tahun ini, sebuah dompet biru muda. Pemberian dari Melisa. Sebenarnya yang membuat hadiah itu berkesan bukan karena dompetnya, tapi lebih kepada pemilihan warnanya. Lisa bilang dia memilih warna itu, karena dia tahu bahwa warna biru merupakan warna kesukaan saya. Ahh saya jadi terharu, bahwa ada orang yang cukup mengenal saya dan cukup peduli dengan apa yang menjadi warna kesukaan saya. How thoughtful she is, right?


Jadi pilihan ada di tangan kita masing-masing, bukan? Apakah kita mau hanya menjadi orang terkenal, terpandai, terkaya, tercantik tapi nama kita bisa dengan lebih mudah dilupakan karena akan selalu ada orang yang lebih terkenal, lebih pandai, lebih kaya , lebih cantik setiap tahunnya. Atau kita mau menjadi orang yang diingat oleh sahabat kita, rekan kerja kita, tetangga kita, keluarga kita karena kita menjadi orang yang peduli, berbuat baik, dan menyentuh kehidupan mereka? Hey, ingatan mengenai perbuatan baik itu bertahan bertahun-tahun loh. 

Masih ingat kan dengan orang  terakhir yang memberi kado kepada kamu?

0 comments:

Post a Comment