Friday, January 13, 2012

Luckiest Girl in the WORLD .............

Ketika mendengar cerita ini di sebuah rumah duka, saya cuma bisa mengkomentari " One in a million lah papa kayak dia ".

Debby didaulat mewakili pihak keluarga untuk menyampaikan beberapa kata mengenai almarhum papanya yang baru saja meninggal senin kemarin, dan dia mulai bercerita " Kalau saya ceritakan mengenai hubungan saya dengan papa, pasti semua anak perempuan di ruangan ini bisa ngiri dengan saya. Karena saya sangat dekat dengan papa"
Saya pun semakin penasaran mengenai sosok papa ini, lalu Debby pun menceritakan bahwa hubungannya dengan papa sama seperti orang pacaran. Karena papanya selalu memanggilnya dengan tambahan kata
' Sayang ' .. Contohnya : Yaya sayang, lagi ngapain? Duh so sweet banget ya?
Bbm yang isinya : Papa kangen nih adalah hal yang biasa.

Mereka sering menghabiskan waktu berdua, ngobrol sampe malem , pergi berdua ( kayak nge-date ). Dan satu hal lagi mengenai papa Debby, dia bilang begini " Papa adalah orang yang baik, dia tidak pernah bilang tidak untuk semua permintaan anaknya. Papa cuma punya 2 jawaban kalau saya minta sesuatu sama dia. Pertama adalah jawaban YA, dan kedua adalah jawaban ' Papa usahain ya' "

Ketika saya mendengar mengenai figur papa Debby, saya cuma berpikir ternyata ada ya papa sebaik itu? Saya merasa Debby adalah the luckiest girl ini the world karena disayangi oleh papa seperti itu.

Saya membayangkan jika saya memiliki sosok papa seperti itu, diperlakukan seperti itu oleh papa saya sendiri. Saya akan sangat senang sekali, tapi sayang sekali hal tersebut tidak mungkin dilakukan oleh papa saya. Entah apakah karena saya dibesarkan di keluarga Chinesse, yang menurut saya terlalu kaku, tidak ekspresif dalam menyampaikan kasih sayang. Saya tahu papa pasti sayang sama saya, tapi ya gitu deh..Tidak ada tindakan yang hangat dan ekspresif dari pihak papa. Bahasa cintanya cuma satu yaitu dia membelikan kita barang-barang, itu artinya dia care sama kita.

Dalam ruangan itu sambil mendengarkan lanjutan cerita mereka di KL tempat papa Debby dirawat karena sudah koma, saya berandai-andai jika saya memiliki papa yang memanggil dengan panggilan sayang, jika saya bisa menghabiskan waktu berdua dengan papa saya seperti orang pacaran, dinner di restoran gitu. Atau saya bisa curhat sampai malem, saya bisa manja-manjaan di pelukan papa ? Dan saya sadari hal itu adalah hanyalah mimpi. Papa  tidak mungkin bisa berubah menjadi orang seperti itu.
Tapi saya kemudian berpikir, gimana kalau saya yang memperlakukan papa secara special? kalau saya yang ajak dia untuk dinner berdua di resto, kalau saya yang mendengarkan semua curhatan dia? Gimana kalau saya menjadikan papa sebagai " The luckiest dad in the world? "

Ide gila memang, ga gampang memang. Karena sudah terbentuk kebiasaan untuk tidak saling mengekspresikan kasih sayang dalam keluarga kita tapi saya mau ketika hidup saya berakhir dan papa bisa berbicara mengenai betapa dia bersyukur memiliki anak perempuan seperti saya , yang memperlakukan dia dengan sangat special. Dan orang-orang bisa terinspirasi dan berpikir " Wah..he's the luckiest dad in the world ! "

0 comments:

Post a Comment